Image of KONSEPSI KETENANGAN BATHIN MENURUT PARADIGMA SANG HUJJATUL ISLAM DALAM PEMBELAJRAN PAI (KAJIAN KITAB IHYA ULUMUDIN)

Text

KONSEPSI KETENANGAN BATHIN MENURUT PARADIGMA SANG HUJJATUL ISLAM DALAM PEMBELAJRAN PAI (KAJIAN KITAB IHYA ULUMUDIN)



Nama: Acep Irpan Aziz
NIM: 1701099
Judul : Konsepsi Ketenagan Bathin Menurut Paradigma Sang Hujjatul Islam dalam Pembelajaran PAI (Kajian Kitab Ihya
Ulumudin)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya realita kesenjangan atau problematika dalam kehidupan manusia khususnya dominan mahasiswa yang menempuh jenjang perkuliahan tingkat akhir namyak terganggu sikologinya. Maka perlu adanya salah satu solutif atau solusi, untuk menjadi "problem solping" pemecah permasalahan tersebut. Maslah itu adalah keseriusan hati manusia ketika dihadapkan dengan beberapa pilihan dan ujian yang Allah Swt Berikan. Baik bentuknya secara kekurangan materi, kehilangan, sakit dan lain sebagainya. Dengan bermacam persoalan seperti di atas menumbuhkan sikap pesimisme dan dalam pemikiran serta hati setiap manusia. Melihat fakta yang ada didukung oleh beberapa pertimbangan sesuai pemahaman penulis untuk mengatasi peroblem tersebut perlu adanya pembahasan yang berkenaan dengan konsep ketenangan bathin. Metode yang Digunakakn adalah sengan kualitatif deksritif dan Analisa studi Pustaka. Untuk mendapatkan ketenangan bathin perlu adanya kedekatan khusus antara mahluk dan kholiki dengan cara membersihkan hati, tobat, sholat, dzikir dan uzlah. Kesimpulan dari Penelitian Skripsi ini adalah ketenangan bathin akan didapatkan ketika insan sadar bahwa dirinya mahluk lemah dan hina


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
H140
Penerbit IAI TASIKMALAYA : TASIKMALAYA.,
Deskripsi Fisik
x,133 hlm;21,5x30 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this